Alstonia scholaris (L.) R.Br.
Pulai
Akar Ulin Banjarbaru, Kalimantan Selatan
Aneka Koleksi, Riset Tumbuhan dan Layanan Informasi. Setiap tanaman di kebun ini tercatat di sini, lengkap dengan suku, zona tanam, dan nomor aksesinya.
Tentang kami
Kebun Raya Banua adalah lembaga konservasi tumbuhan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Kami mengumpulkan, merawat, dan meneliti tumbuhan tropis, terutama tumbuhan obat Kalimantan.
Kebun ini juga terbuka untuk umum: pelajar, peneliti, dan pengunjung bisa melihat langsung koleksi yang datanya tersaji di halaman ini.
Kenali Kebun Raya Banua01 / 03
Menyimpan dan memperbanyak tanaman di luar habitat alaminya agar spesies tetap lestari.
02 / 03
Mendukung penelitian taksonomi, ekologi, dan pemanfaatan tanaman tropis.
03 / 03
Belajar mengenal tanaman langsung dari koleksi hidupnya, untuk semua usia.
Inventaris koleksi
Rekapitulasi koleksi yang tercatat dan terverifikasi dalam sistem AKAR ULIN.
01
239
Spesies terverifikasi yang menjadi bagian dari koleksi kebun.
02
50
Kelompok famili botani yang terwakili dalam koleksi.
03
1.138
Total individu tanaman yang terinventaris di lapangan.
Program & layanan
Tanaman yang dirawat untuk konservasi adalah tanaman yang sama yang diteliti, dipelajari, dan dikunjungi.
Pelestarian spesies langka, endemik Kalimantan, dan berpotensi obat secara ex situ.
Riset taksonomi, ekologi, dan pemanfaatan tumbuhan tropis.
Program pembelajaran untuk sekolah, kampus, dan masyarakat umum.
Kunjungan ke tumbuhan koleksi dan museum alam yang terbuka untuk umum setiap hari.
Jalur olahraga di antara zona koleksi.
Koleksi unggulan
Diurutkan dari jumlah individu yang tercatat dalam inventaris Kebun Raya Banua.
Pulai
Saga pohon
Kelayu
Jati putih
Mahoni
Eksplorasi zona
28 zona tematik, diurutkan dari yang paling banyak menampung koleksi. Geser untuk melihat semuanya.
Suku teratas
Jumlah spesies per suku, dari 50 suku yang terdaftar.
Koleksi terbaru
Lima entri terakhir yang masuk ke inventaris kebun.
Profil Kebun Raya Banua
Kebun Raya Banua hadir untuk menyelamatkan dan melestarikan keanekaragaman tumbuhan khas Kalimantan, khususnya tumbuhan berkhasiat obat.
Di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, koleksi hidup ini menjadi ruang untuk konservasi, penelitian, pendidikan, wisata, dan jasa lingkungan.
01 / Gambaran umum
Pembangunan Kebun Raya Banua dimulai untuk menjaga kekayaan tumbuhan Kalimantan sekaligus menyediakan sarana edukasi, penelitian, dan rekreasi di kompleks perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Perjalanannya bermula dari pembahasan pembangunan pada 2009. Penetapan lokasi dan penyusunan masterplan pada 2010 menjadi fondasi pengembangan kawasan hingga peresmian pada 2016.
Status pengelolaan beralih menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada 2021, disusul rebranding pada 2022 untuk mendukung kemandirian dan pengembangan layanan.
2009–2010
Pembahasan pembangunan, penetapan lokasi melalui Keputusan Gubernur Kalsel Nomor 188.44/0554/KUM/2010, dan penyusunan masterplan.
2012–2013
Pembentukan UPT Kebun Raya Banua pada 2012 dan pelaksanaan eksplorasi tumbuhan pertama pada 2013.
2015–2016
Pembangunan Taman Labirin pada 2015, dilanjutkan peresmian Kebun Raya Banua pada 2016.
2021–2022
Perubahan status pengelolaan menjadi BLUD pada 2021 dan rebranding pada 2022.
2023
Meraih peringkat kedua dalam pembangunan dan pengelolaan kebun raya di Indonesia.
2025
Meraih peringkat pertama dalam pembangunan dan pengelolaan kebun raya di Indonesia.
02 / Peran strategis
Tema koleksi tumbuhan berkhasiat obat khas Kalimantan menjadi benang merah pengembangan Kebun Raya Banua.
Melestarikan tumbuhan obat khas Kalimantan secara ex situ. Dokumen profil mencatat lebih dari 4.000 spesimen tumbuhan yang dikumpulkan melalui lebih dari 40 eksplorasi ke hutan pedalaman Kalimantan Selatan.
Mengembangkan Laboratorium Fitofarmaka dan plot budidaya, serta mendukung penelitian dan layanan determinasi, pembuatan herbarium, bibit tanaman, dan simplisia. Lebih dari 50 penelitian tercatat dalam dokumen profil. Kebun Raya Banua juga bergabung dalam jaringan Botanic Gardens Conservation International (BGCI).
Menggabungkan teori dan praktik melalui Kebun Raya Goes To School, kelas Ecoprint, Herbarium, Menanam, Kolase, serta program magang. Dokumen profil 2026 mencatat 101 kunjungan sekolah/universitas dan 52 kunjungan instansi.
Menghadirkan wisata berbasis ilmu pengetahuan, petualangan, kearifan lokal, dan pendidikan untuk membangun kesadaran lingkungan. Area kuliner, kios cinderamata, toilet, gazebo, dan musala mendukung kenyamanan pengunjung.
Memulihkan lahan bekas tambang menjadi habitat alami, mendukung penyerapan karbon dan tata air. Penelitian Universitas Lambung Mangkurat pada 2024 mencatat 25 spesies burung di kawasan, termasuk jenis yang terancam punah dan dilindungi.
03 / Potensi kawasan
Fasilitas penelitian, ruang tematik, dan sarana kunjungan mendukung lima fungsi kebun raya dalam satu kawasan.
Area pembibitan, rumah kaca, dan Konservatorium Flora untuk mendukung perawatan dan pengembangan koleksi.
Nature Exhibition atau Museum Alam menjadi ruang untuk mengenal tumbuhan dan lingkungan.
Taman Labirin, Taman Aromatik, Bamboo Path, embung, dan amfiteater menghadirkan pengalaman yang beragam.
Area parkir, kantin, toilet, musala, ruang laktasi, dan taman bermain melengkapi kebutuhan kunjungan.
04 / Tarif retribusi
Tarif berikut mengikuti dokumen Profil Kebun Raya Banua, yang mencantumkan Perda Kalsel Nomor 001 Tahun 2024 dan Pergub Kalsel Nomor 039 Tahun 2025 sebagai dasar tarif.
Kegiatan dengan jumlah peserta 20 orang atau lebih yang menggunakan spanduk serta sound system. Dikenakan biaya sewa area.
Tanyakan layanan dan tarifKunjungi kami
Kebun buka setiap hari. Untuk kunjungan rombongan, sekolah, atau keperluan penelitian, hubungi kami lebih dulu lewat email atau WhatsApp.
Kompleks Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan SelatanUntuk jadwal Nature Exhibition di akhir pekan, hubungi petugas lebih dulu.